RSS

Kamis, 08 Maret 2012

"Jika Cinta lebih memilih Paras"


Asslamualaikum Wr. Wb
Problema hidup,memang tak semudah yang kita bayangkan, artikel kali ini saya mencoba menshare kan akan kisah seorang wanita yang suaminya tak lagi cinta padanya,, dikarenakan “tak cntik seperti yang di harapkan”..

Teman2q,, sungguh,, jangan hanya menilai kaum wanita dari paras,, itu semua semu,, kebahagiaan yang semu,, cintailah karena hatimu benar2 cinta padanya,,  cinta karena alloh yang tak melangar syariat dan ajaran agama..

Langsung saja kita simak apa yang di keluhkesahkan oleh seorang ibu rumah tangga kepada Majalah Al- mawaddah edisi februari 2008

Pertanyaan:
Apa yang mesti saya lakukan, suami saya mengaku di hadapan saya bahwa ia tidak mencitai saya karena saya bukan wanita yang cantik seperti diharapkannya. Untuk meminta , saya tidak bisa karena mencintainya, tetapi saya juga merasa kasihan pada suami saya yang harus hidup bersama wanita yang tidak ia cintai.

Jawaban:
Ukhti hendaknya bersabar menghadapi ujian hidup. Beginilah isinya dunia, ada saja ujian, tidak akan luput ujian dunia ini melainkan bila maut sudah menjemput.

Upayakan ukhti bisa menghibur suami dengan baik, terutama pada saat dia membutuhkan ukhti. Utamakan kepentiangan dia daripada yang lain. Bantulah apa yang menjadi kesulitannya. Berlakulah lembut kepadanya dengan perkataan atau perbuatan, kami yakin hal ini akan membekas di hati suami walau mungkin lisannya mengingkari.

“…Maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada…”(Qs. an-Nisa: 34).
Mohonlah kepada Allah pada malam hari terutama pada saat menjalankan malam, dan perbanyaklah di bawah ini,
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لَلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Al-Furqan: 74).

Jika dengan usaha ini suami tetap keras minta cerai lantaran kurang senang – tentu apabila berkelanjutan akan terjadi kesenggangan hidup – maka serahkan urusan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersabarlah, semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik (Lihat surat at-Tahrim: 5)


Sumber: Dijawab oleh Ust. Aunur Rofiq dalam Majalah al-Mawaddah, Edisi 7 Tahun I ,Shafar 1429 H – Februari 2008

Pendapat saya

Walaupun saya masih belum merasakan apa itu berkeluarga.. tapi setidaknya alangkah bahagianya hidup di dunia bila memiliki pasangan yang saling mengerti satu sama lain,, memahami setiap kekurangan dan menjdikanya sebagai sarana untuk membuatnya menjadi suatu yang lebih,,

mudah2 an kita semua diberikan kelancaran dalam belajar ,,
semoga bermanfaat,,

wasslamualaikum wr. wb


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright Ilmu Kita 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .